Wednesday, April 17, 2013

Wisata Dataran Tinggi Dieng

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah. Masuk kedalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.

Golden Sunrise

Suasana Golden Sunrise Dieng dari Bukit Paku Waja (foto by Eddy Pasaribu)
Salah satu kunjungan wisata ke Dieng adalah menyaksikan GOLDEN SUNRISE (matahari terbit dengan spektrum warna yang menakjubkan). Golden Sunrise DIENG sebuah cahaya keemasan yang sangat memukau saat matahari terbit. Fenomena alam ini memancarkan sinar yang spektakuler, dan jarang sekali dijumpai di tempat lain. Soal sunrise Dataran Tinggi Dieng memang jawaranya. Wisatawan dapat menikmatinya melalui Bukit Sikunir atau Bukit Paku Waja.

Untuk menyaksikan golden sunrise Dieng, wisatawan harus berada di lokasi sebelum matahari terbit, antara jam 04.00 atau 05.00 pagi. Karena udaranya yang sangat dingin - bisa mencapai O (nol) derajat, maka disarankan kepada Anda untuk melengkapi pakaian penahan dingin seperti mantel, sarung tangan, dan sepatu gunung. 


Akses menuju ke Dataran Tinggi Dieng lebih mudah jika ditempuh dari Kota Wonosobo, karena jalannya dapat dilalui kendaraan bermotor. Tetapi jika Anda berencana membawa kendaraan pribadi, jangan lupa untuk memastikan bahwa kendaraan Anda dalam keadaan baik. Hal ini disebabkan medan jalan yang akan dilalui cukup berliku dan menanjak. Tak jarang di tepi kanan atau kiri jalan bersebelahan dengan jurang yang dalam. Namun bila ingin naik kendaraan umum, Anda bisa berangkat dari terminal kota Wonosobo dan menempuh jarak kira-kira 25 km dengan waktu tempuh antara 45 menit sampai sekitar 1 jam.

Banyak tempat penginapan disini dengan biaya terjangkau, antara Rp.150.000,- sampai Rp.200.000,- per malam. Penginapan itu sejenis homestay yakni berupa penginapan sederhana di sekitar desa Kejajar. Jika tujuan Anda kesini untuk menyaksikan sunrise, maka pemilik penginapan dapat Anda minta untuk membangunkan Anda dipagi hari sekitar jam 04.00. Karena jaraknya yang lumayan jauh berjalan kaki menaiki bukit, maka saran terbaik untuk bangun dari tidur Anda adalah pada jam tersebut.

Candi Arjuna

Setelah menyaksikan golden sunrise, Anda dapat melanjutkan kunjungan ke kawasan Candi Arjuna, yakni sebuah kompleks candi Hindu peninggalan abad ke-7-8 yang dibangun pada tahun 809. Merupakan salah satu dari delapan candi yang ada di Dieng. Ketujuh candi lainnya adalah Semar, Gatotkaca, Puntadewa, Srikandi, Sembadra, Bima dan Dwarawati.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, pada abad ke-7 Masehi ada seorang putri bernama Dewi Sima. Ia adalah keturunan Dinasti Sanjaya yang memerintah Kerajaan Kalingga, dengan gelar Ratu Sima. Kerajaan ini dikenal sebagai kerajaan yang bernafaskan Hindu.

Pada masa pemerintahannya, Ratu Sima mendirikan candi-candi yang ada di tempat ini sebagai bentuk pemujaan. Ratu Sima tidak hanya mendirikan satu kompleks Candi. Tetapi ia juga mendirikan beberapa candi lain, di antaranya Candi Gatotkaca yang terletak di bukit Pangonan, Candi Dwarawati yang berada di kaki Gunung Prahu, dan Candi Bima yang merupakan candi terbesar di kawasan wisata Dieng Plateu.

Mata Air Tuk Bimalukar

Di kawasan wisata ini juga terdapat sebuah mata air yang terkenal sebagai sumber mata air Sungai Serayu. Mata air itu bernama Tuk Bimalukar. “Tuk” berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang artinya mata air. Sedangkan “bimalukar” diambil dari mitos yang beredar di daerah ini. Para penduduk yakin bahwa mata air ini berasal dari air kencing Bhima Sena (tokoh pandawa dalam pewayangan) yang sedang berlomba dengan para Kurawa untuk membuat sungai. Pada saat ia membuka pakaiannya, Bhima Sena melihat perempuan cantik yang mengganggunya dan ia berkata “sira ayu” (dalam bahasa indonesia mempunyai arti “kamu cantik”). Setelah itu, air kencing Bhima Sena menjadi sebuah mata air dan menjadi sumber dari Sungai Serayu (nama Serayu berasal dari kata “sira ayu” yang diucapkannya). Menurut kepercayaan penduduk, air yang berasal dari Tuk Bimalukar bisa menyebabkan awet muda.

Telaga Warna

Setelah puas menikmati hijaunya lingkungan Candi Arjuna dan Mata Air Bima, sempatkan juga Anda mengunjungi Telaga Warna. Ini adalah wisata danau di dataran tinggi Dieng yang tidak kalah menariknya dengan “Lake Blue” yang terdapat di Australia, danau Mazama yang terletak di Amerika, Quilotoa di Ekuador, ataupun danau di Mount Kamai di Alaska. [ed]

    

11 komentar:

  1. Artikel menarik. Betapa indahnya alam kita. Tuhan ciptakan untuk kita hidup. Selayaknya kita memeliharanya agar kita damai di dalamnya. Terima kasih informasinya pak eddy. Sangat bermanfaat..

    ReplyDelete
  2. salam petualang

    perkenalkan saya brameylianto hari market promotion dari cv.arung jeram serayu, mohon maaf saya mau menawarkan paket arung jeram di serayu.

    Bosan tempat wisata yang biasa-biasa saja atau kurang menantang? Mari rasakan sensasi wisata arung jeram di sungai serayu banjarnegara bersama kami Arung jeram serayu untuk informasi silahkan kunjungi website kami di

    http://arungjeramserayu.com/site

    pin:3135D400
    phone :+6285247097777
    telp/fax : (0286) 5833313
    email : info@arungjeramserayu.com

    untuk mendapatkan harga paket arung jeram di sungai serayu silahkan invite pin bb saya atau bisa tinggalkan alamat email di inbook email kami, biar langsung kami kirimkan penawaranya via email.mohon maaf menganggu waktunya.

    jabat erat dan semoga sungai mempertemukan kita

    ReplyDelete
  3. jdi kya' gtu pemandangan di dieng, kmrn mau ke sana lom jdi ne...
    lmyan jg pemandangannya... :)

    ReplyDelete
  4. Sangat menarik dan informatif…
    Salam Wisata,
    Bagi yang ingin berwisata ke Semarang, Dieng, Jepara, Borobudur, Karimunjawa.
    Wisata Weekend Organizer Menyewakan Mobil Wisata, dimana Driver merangkap sebagai Guide yang telah dilatih dengan konsep Sapta Pesona Wisata, dan memiliki pemahaman terhadap obyek wisata yang akan dikunjungi. Kami menyediakan juga untuk pemandu international berbahasa asing yang siap memandu wisatawan asing.
    -Avanza/Xenia : Rp.550.000/hari
    -New Innova : Rp.650.000/hari
    Pemakaian: mengunjungi obyek wisata semarang selama 12jam + 4jam(Bonus)
    Harga tersebut sudah Include Antar Jemput Bandara/Stasiun/Pelabuhan, driver, BBM, Parkir dan TOL.

    Paket wisata Weekend Backpacker ALL-in Rp.1,800,000 (6pax)
    Paket Wisata Weekend ALL-in Rp.2,500,000 (6pax)
    Paket Wisata Karimunjawa
    Voucher hotel
    Tiket Pesawat / Kereta Api
    Driver+Guiding Only lokal maupun berbahasa asing.

    Kami juga menyediakan paket wisata lainnya, atau silahkan sampaikan kepada kami jadwal obyek beserta fasilitas yang diinginkan, dan kami akan menghitungkan harga special untuk anda.
    Armada tersedia hingga 20unit.

    Wisata Weekend organizer, Memasyarakatkan wisata Semarang dan Mewisatakan masyarakat Semarang.

    email: wisataweekend@yahoo.com
    Hotline: 085786966664
    @wisataweekend
    wisataweekendsemarang.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Keserasian dengan Alam di dataran tinggi dieng memang membuat ingin kesana lagi... Terimakasih sudah berbagi Informasi..
    Salam Kenal...
    http://vilaistanabunga.web.id

    ReplyDelete
  6. obyek wisata dieng memang keren2. kapan2 saya mau ke sana dan mau main ke beberapa tempat yang belum saya kunjungi. sebelumnya saya sudah main ke telaga warna sama telaga pengilon, boleh lah nanti ke dieng lagi untuk nyobain naik gunung prau khusus untuk melihat golden sunrisenya. :)

    ReplyDelete