Friday, September 5, 2014

Manfaat Makanan Gado-Gado

Hari ini, Jumat 5 September 2014. Tiba-tiba - setelah pulang Shalat Jumat saya tergelitik untuk menikmati makan siang gado-gado.

Semua orang pasti kenal dan pernah merasakan makanan gado-gado. Khususnya masyarakat Indonesia dan orang-orang di semenanjung melayu pada umumnya. Gado-Gado adalah sejenis panganan yang terdiri dari berbagai sayuran dengan bumbu kacang yang diolah dengan cara dikukus.

Beberapa bahan membuat gado-gado adalah: kacang-panjang, kubis, bayam atau kangkung, kentang rebus, tahu, tauge, ketimun, kerupuk, dan disajikan dengan bumbu kacang.

Gado-gado dapat dimakan dengan nasi atau lontong. Bagi sebagian orang, gado-gado juga disukai tanpa nasi dan lontong. Kenikmatan gado-gado sudah tidak perlu kita bahas lagi. Enak dan lezat. Apalagi disajikan dengan cita-rasa pedas manis. Maknyus!!.

Belum pernah ada penelitian yang khusus tentang sejarah gado-gado. Tetapi semua orang tahu dan bisa menjelaskan seperti apa bentuk dan rasa makanan ini. Mengapa namanya gado-gado? Mungkin karena pendukung olahan masakan ini terdiri dari berbagai sayuran; gado-gado atau bermacam-macam!.

Beberapa ahli kesehatan sudah menyatakan bahwa gado-gado adalah panganan yang sehat - ditilik dari unsur pendukung olahannya. Dengan aneka sayuran yang terkandung di dalamnya, maka gado-gado memiliki kandungan vitamin C dan zat besi yang berguna untuk tubuh. Selain itu, beberapa sayuran juga merupakan sumber bagi vitamin A, D, dan E. Karotenoid (prekursor vitamin A) serta vitamin C dan E merupakan antioksidan alami yang sangat berguna untuk melawan serangan radikal bebas, penyebab penuaan dini, dan berbagai penyakit kanker. Mineral yang banyak terdapat pada sayuran, selain zat besi - juga seng, mangan, kalsium, dan fosfor.
Ternyata makanan tradisional Indonesia, seperti halnya gado-gado sangat memenuhi syarat untuk mencukupi kebutuhan mineral, vitamin, antioksidan, dan serat yang dibutuhkan manusia.
Karena gado-gado terdiri dari aneka sayuran, maka beberapa faktor penting yang harus diwaspadai saat mengkonsumsinya adalah:
  • Residu pestisida yang masih terkandung di dalam sayuran. Budi daya sayuran tidak lepas dari masalah hama dan penyakit tanaman, dimana pestisida adalah salah satu yang digunakan sebagai anti-hama. Maka gunakanlah sayuran yang sudah memiliki masa tunggu panen sekitar 1-5 minggu sejak penyemprotan pestisida.
  • Pencucian yang tidak sempurna bisa menyebabkan masih terdapatnya sisa bakteri. Selain itu, kualitas air pencucian adalah faktor penting lainnya.
  • Kontaminasi bakteri dari penggunaan pupuk organik. Oleh sebab itu gunakanlah sayuran yang memiliki kualitas kebersihan berdasarkan standar kesehatan.
Bagaimana cara membuat gado-gado ? Anda dapat mencarinya dari berbagai sumber. Masing-masing daerah memiliki sajian khas. Seperti halnya cara memasak gado-gado betawi, sunda, melayu dan daerah lainnya di Indonesia.

#PengalamanPribadi


2 komentar: