List of Clients

Tuesday, February 28, 2012

Spondylolisthesis, Tulang Belakang Bergeser

Tulang belakang pada manusia ibarat tiang pada sebuah rumah. Sebagai tiang penyanggah, maka setiap hari bekerja menopang berat atau beban. Pentingnya kekuatan dan kesehatan tiang tersebut maka harus selalu dalam keadaan kuat dan sehat. Jika terdapat gangguan padanya, seperti keropos dimakan waktu, atau rusak karena rayap maka secara perlahan akan mengganggu keadaan rumah. Begitu pula pada manusia, jika terdapat gangguan pada tulang belakang maka akan mengganggu stabilitas tubuh, dan anda akan merasakan tidak nyaman karena nyeri.

Pada keadaan normal tulang belakang tersusun bertumbuk satu sama lainnya dalam satu garis lurus. Pada istilah spondylolisthesis, salah satu ruas tulang belakang bergeser dari tempatnya sehingga mencederai jaringan dan saraf di sekitarnya. Hal ini menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada daerah leher, punggung atas, punggung bawah, tergantung lokasi tulang yang terkena.

Pada masa kanak-kanak penyebab utamanya adalah cedera. Sedangkan pada orang dewasa bisa disebabkan oleh proses degenerative diskus intervertebralis yang memungkinkan terjadi pergeseran. Spondylolisthesis pada dewasa terutama pada wanita diatas 50 tahun, selain karena proses denegeratif keadaan lain disebabkan perubahan kadar hormone estrogen akibat dari proses menopause sehingga hubungan antar tulang dan ligament melemah.

Gejala yang dirasakan adalah nyeri di daerah punggung bawah, pinggul dan bokong. Nyeri dirasakan memburuk jika pada posisi berdiri atau menekukkan tubuh ke belakang dan lebih terasa tidak nyaman apabila memposisikan tubuh condong ke depan. Rasa tegang dan kejang otot juga merupakan gejala yang sering dikeluhkan penderita spondylolisthesis. Dalam kondisi tertentu, dimana terdapat keterlibatan saraf maka penderita akan merasakan kesemutan, rasa kebas, dan kelemahan otot. Pada beberapa kasus juga terdapat keluhan buang air besar dan buang air kecil.

Diagnosis dilakukan melalui anamnesis mengenai gejala yang dirasakan, aktivitas sehari-hari, posisi tubuh dalam pekerjaan sehari-hari, dan hal-hal yang dilakukan untuk meredakan nyeri. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik seperti postur tubuh, seberapa jauh jarak gerakan yang bisa dilakukan tanpa merasakan nyeri, sensasi sentuhan di tubuh untuk mengetahui ada tidaknya keterlibatan saraf serta kekutan dan reflex otot. Pemeriksaan radiologis juga diperlukan, seperti rontgen, CT-Scan arau MRI untuk melihat struktur jaringan lunak.

Kebanyakan penderita Spondylolisthesis degeneratif tidak memerlukan tindakan operasi, terutama pada kasus dimana tulang tidak bergeser terlalu jauh. Obat-obatan dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan mengatasi kejang otot. Selain itu juga disarankan agar pasien membatasi aktivitas harian, menjaga postur tubuh agar tulang belakang lurus, atau dapat juga dengan alat penyanggah tulang belakang.

Ada kalanya untuk mengatasi rasa sakit yang berkepanjangan, maka dilakukan dengan tindakan pembedahan. Pembedahan dilakukan apabila tulang bergeser jauh dari tempatnya atau gejala yang timbul sudah tidak bisa lagi diatasi dengan terapi konservatif. Pada tahap ini gejala yang ada bisa menimbulkan perubahan cara berjalan dan gangguan sistem kemih akibat penekanan saraf oleh tulang yang bergeser. Prosedur operasi yang umum dilakukan adalah laminektomi dan fusi lumbal posterior.

REHABILITASI NON BEDAH

Terapi ini adalah terapi konservatif jika tidak dilakukan operasi. Caranya sederhana dengan kompres hangat, stimulasi ultrasound dan elektrik untuk meredakan rasa nyeri. Kemudian terapi dengan latihan ringan pada tubuh untuk melemaskan otot-otot yang kaku dan terasa kejang. Dalam kondisi tertentu dianjurkan agar terapi ini didampingi dokter ahli atau terapis berpengalaman.

REHABILITASI PASCA PEMBEDAHAN

Pada prosedur operasi tertentu disarankan mengenakan alat penyanggah tubuh belakang selama kurang lebih 4 bulan. Selama 4 bulan pasien tidak boleh berdiri, fisioterapi dan latihan berjalan juga baru boleh dilakukan setelah 4 bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut masih merasakan sakit, maka sebaiknya melakukan konsultasi dokter yang terdiri dari dokter orthopaedi spesialis spine surgery, dokter rehabilitasi medik dan fisik, atau dokter spesialis saraf dan bedah saraf.
Bagaimana pun juga tulang belakang adalah ibarat penyanggah beton dalam sebuah gedung. Perawatan rutin wajib dilakukan demi mendapatkan kesehatan dan daya tahan yang lama. Cara terbaik adalah agar selalu memelihara kesehatan anda. Cara yang paling mudah adalah melakukan olahraga secara teratur, memakan makanan bergizi dan mengatur gerakan tubuh sesuai dengan usia anda. (ed)

0 komentar:

Post a Comment