Monday, December 12, 2011

Danau Toba - Sumatera Utara

Keindahan Danau Toba sangat mengagumkan. Danau itu dikelilingi oleh perbukitan, sehingga suasana di sekitar danau terasa nyaman, udaranya segar dan sejuk. Para pengunjung dapat menikmati keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor mengitari sekitar danau. Di sore hari, pengunjung dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah.

Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di dunia, dan yang terbesar dan terpopuler di Indonesia. Danau ini terletak di dataran Sumatera Utara. Sangat mudah dijangkau, baik dari utara (kota Medan atau Malaysia/Singapura), atau dari selatan. Danau ini seperti lautan yang luasnya lebih kurang 100 km x 30 km. Di tengah danau terdapat sebuah pulau besar, yaitu Pulau Samosir yang berada pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Di Pulau Samosir terdapat objek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang); objek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar di Desa Tomok berupa Tari Sigale-gale yang kuat dengan unsur magis-nya. Selain itu ada wisata arsitektur berupa komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir. Bagi anda yang ingin mengunjungi pulau ini, dapat menggunakan kapal penyeberangan (ferry) dari Desa Ajibata Parapat dengan tarif terjangkau.
Tari Sigale-gale adalah tarian mengandung mistis yang biasanya digelar pada hari
kunjungan wisata di Pulau Samosir
Danau yang luas ini memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya Namborru (tujuh dewi leluhur Suku Batak). Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada Namborru. Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Berdasarkan penelitian dari para peneliti Universitas Teknologi Michigan, Amerika Serikat, di lokasi Danau Toba, pada masa 75.500 tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah letusan maha dahsyat yang memusnahkan manusia, hewan dan tumbuhan. Letusan itu memuntahkan bebatuan dan abu vulkanik hingga sejauh 2.000 km. Arah muntahan letusan menimbulkan kegelapan hingga dua minggu lamanya. Dampak dari letusan adalah terbentuknya sebuah kawah gunung berapi yang besar, yang lama-kelamaan kawah tersebut terisi air yang akhirnya terbentuk sebuah danau yang besar, yaitu Danau Toba. Mengenai keberadaan Pulau Samosir, itu terbentuk diakibatkan oleh tekanan magma secara terus-menerus yang belum keluar dari perut bumi.

Batu Gantung adalah salah satu objek yang selalu dikunjungi wisatawan saat ke Danau Toba.
Batu ini dipercaya oleh penduduk setempat mengandung nilai magis terkait dengan legenda Toba. Lokasi batu tergantung ini hanya bisa dilihat menggunakan speed-boat dari tengah danau (Foto: Eddy Pasaribu)
Lokasi Danau Toba berada pada beberapa kabupaten, antara lain Kab. Simalungun, Kab. Samosir, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo, dan Kab. Dairi, Sumatera Utara, Indonesia.

Untuk mencapai lokasi wisata, pengunjung dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 km dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam dengan kendaraan roda dua/empat.

Tidak sulit mencari penginapan di sekitar lokasi, baik penginapan kelas melati atau pun hotel berbintang. Restoran, kafe dan warung makan juga ada di sekitar lokasi. Bagi Anda yang ingin berbelanja souvenir khas Danau Toba, tersedia berbagai pilihan. Mulai dari t-shirt sampai tenunan khas batak.




0 komentar:

Post a Comment