Friday, June 26, 2015

Anda Tahu Hipertensi Paru ?

Ketika kita diminta untuk membayangkan organ tubuh yang berkaitan dengan Hipertensi, pasti fokus kita selalu kepada jantung. Tapi kali ini anda akan mengetahui bahwa selain jantung, ada juga Hipertensi Paru.

Paru adalah organ pernafasan yang berfungsi untuk pertukaran antara oksigen dari udara yang dibutuhkan oleh tubuh dan menghasilkan karbondioksida yang dikeluarkan dari metabolisme tubuh.

Karbondioksida yang dihasilkan dari metabolisme tubuh akan dibawa oleh darah menuju paru melalui pembuluh arteri yang keluar dari jantung bagian kanan. Lalu oksigen yang ada di paru akan dibawa oleh darah melalui pembuluh vena paru menuju jantung bagian kiri untuk kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh.

Proses pernafasan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah tekanan dalam pembuluh darah paru. Sebaliknya, bila tekanan darah paru menjadi tinggi maka aliran darah akan bisa merusak jaringan paru.

Hipertensi Paru adalah penyakit yang ditandai dengan kenaikan tekanan darah pada arteri paru-paru dan mampu merusak jaringan paru. Orang yang menderita hipertensi paru akan mengalami susah bernafas, cepat lelah, sesak nafas, pusing (perasaan mau pingsan), dan kaki menjadi bengkak, kemudian gagal jantung kanan dan kematian dini bila tidak ditangani dengan baik.

Penderita hipertensi paru itu kekurangan endotelin sejak lahir atau tidak memproduksi endotelin dengan baik. Endotelin yang bereaksi berlebihan akan menyempitkan pembuluh darah dan mengakibatkan hipertensi pulmonal.

Endotelin adalah sel-sel yang melapisi bagian dalam dari pembuluh darah di seluruh tubuh dan berperan penghubung antara sirkulasi darah dan sel-sel otot polos pembuluh darah. Disamping berperan sebagai penyekat fisik antara darah dan jaringan, sel ini memfasilitasi berbagai fungsi yang kompleks dari otot polos pembuluh darah dan sel-sel di dalam kompartemen darah.

Ada 2 jenis hipertensi paru, primer dan sekunder. Hipertensi paru primer muncul tanpa sebab yang jelas, sementara hipertensi paru sekunder muncul karena sebab yang jelas, misalnya penyakit jantung akut dan penyakit jantung bawaan.

Pengukuran Tekanan Darah Paru
Diagnosis hipertensi paru ditegakkan bila tekanan arteri paru rata-rata lebih dari 25 mmHg saat istirahat. Pengukuran tekanan arteri paru dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah cara Invasif dengan Katerisasi Jantung Kanan, dan cara kedua dengan Non Invasif, yaitu Ekokardiografi.

Penyebab Hipertensi Paru
Berbagai sebab terjadinya hipertensi paru hampir sama dengan hipertensi pada jantung. Namun ada hal-hal khusus pada paru, diantaranya:

  • Idiopatik (sebab yang tidak diketahui)
  • Genetik
  • Penyakit Infeksi (misalnya: HIV, dll)
  • Gagal Jantung Kiri dengan sifat menahun
  • Obat Pelangsing atau Toksin
  • Penyakit Auto Imun
  • Kelainan Paru Kronik
  • Tromboemboli paru
  • Penyakit sekunder karena bawaan
  • Penyakit katup
  • Penyakit jantung akut
  • Merokok
Gejala-gejala Hipertensi Paru
Yang paling penting dari deteksi awal suatu penyakit adalah mengetahu gejala-gejalanya. Hal ini sangat diperlukan untuk dapat melakukan antisipasi pencegahannya. Gejala awal pada Hipertensi Paru bisa berbagai macam. Umumnya, sesak nafas, mudah capek, lemah, nyeri dada (angina), sering pingsan, bengkak pada kedua kaki hingga betis, perut membesar. Pada tahap awal hingga lanjut, gejala-gejala tersebut akan menjadi semakin parah sehingga menghambat aktivitas.

Akibat Hipertensi Paru
Bila tidak diantisipasi dan tidak segera ditangani dengan tepat (setelah merasakan gejala awal), maka dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah paru, kerusakan paru, gagal jantung kanan, dan bahkan menyebabkan kematian mendadak.[ep]

0 komentar:

Post a Comment