Thursday, June 25, 2015

Air Laut Berubah Berwarna Merah, Masyarakat Maluku Tengah Geger

Ya betul!. Tiba-tiba dalam waktu 3 jam warna air laut di Maluku Tengah berubah warnanya menjadi merah. Mirip seperti darah. Masyarakat pun geger. Spekulasi tentang praduga macam2 pun terjadi tentang fenomena ini. "Ini pertanda akan ada bencana besar.." kata Abdul (bukan nama sebenarnya) kepada semua orang yang menyaksikan. Sementara seorang pancari ikan (nelayan sampan) bernama Itok yang setiap hari melaut pun jadi cemas, "kami takut, tak berani melaut!" ujarnya. Rata-rata semua orang menjadi cemas. Geger!.Ya geger. Mengapa air laut berubah warnanya menjadi merah darah ?. Ada apa ini ?.

Bagi orang-orang yang memiliki edukasi baik tentang berbagai fenomena alam di laut, maka kondisi ini sebenarnya tidak terlalu mencemaskan. Karena kejadian ini bisa terjadi di laut mana saja. Hal seperti ini pernah terjadi di Florida (USA), Hongkong, Cina, Australia, India, Thailand, Inggris, Guatemala, Perancis, Denmark, dan tempat-tempat lain di belahan pantai bumi.

Fenomena apakah ini ?. Apakah berbahaya ?. Mengapa dan apa yang membuat warna air laut menjadi memerah ?.

Ya, karena warnanya yang merah maka orang banyak bertanya-tanya. Ketika warna air laut itu membiru, kuning, coklat atau kehitaman, tak seorang pun terusik mengkhawatirkannya. Karena biasanya warna-warna itu (kecuali merah) sudah identik dengan keindahan alam laut. Padahal, penyebab terjadinya warna-warni tersebut bisa oleh benda yang sama yaitu alga atau ganggang, sejenis tanaman sel tunggal dalam golongan mikroba laut (dan air tawar). Kalangan mikrobiologi menyebutnya dengan Fitoplankton.

Memerahnya air laut yang diakibatkan Fitoplankton, oleh kalangan ilmuwan disebut Red Tide; yakni terjadinya pemekaran terhadap organisme ganggang karena populasinya yang semakin besar. Fitoplankton memiliki enerji fotosintesa yang mampu mengeluarkan polar warna, seperti merah, hijau, kuning, coklat atau jingga.

Penyebab Red Tide
Dari hasil penelitian, penyebab terjadinya pemekaran ganggang merah (algae) ini ada beberapa macam, seperti suhu air, kelembaban udara, kandungan gizi dan protein, laut tenang dengan cuaca panas dalam waktu yang panjang dan kondisi oksigen di dalam air laut. Dengan canggihnya peralatan pemantau, citra satelit sudah dapat melihat kemana saja penyebaran ganggang merah dan mendeteksi sebab munculnya ke permukaan laut. Bisa saja kondisi-kondisi sebagai penyebab mekarnya ganggang terjadi di suatu tempat, namun karena derasnya arus air, angin/badai, atau lalulintas kapal, menyebabkan penyebaran ganggang merah sampai bermil-mil berpindah tempat, dan terhempas ke pantai di kala pasang. Karena semakin seringnya pemunculan populasi ganggang merah ini di beberapa negara, maka salah satu penyebabnya juga diduga adalah efek Global Warming.
Sungai Yangtze di Cina
Apakah fenomena ini berbahaya ?.
Peneliti menyatakan bahwa ganggang merah dapat mengeluarkan racun yang berbahaya bagi manusia dan biota laut. Di beberapa negara yang terserang epidemi red tide banyak ditemukan ikan-ikan yang mati. Red Tide mengeluarkan racun, diantaranya adalah Alexandrium Catenella. Racun ini dapat mengganggu fungsi syaraf, gangguan pencernaan dan pernafasan. Bagi orang yang berenang dilaut dalam kondisi red tide bisa mengalami gangguan kulit seperti gatal-gatal, muntah dan keram perut.

Saran para ahli saat terjadi Red Tide
Para ahli menyarankan agar tidak mengkonsumsi jenis-jenis kerang apabila di daerah tersebut terjadi fenomena red tide. Salah satu predator ganggang merah adalah kerang (dan beberapa jenis ikan). Apabila kerang atau ikan tersebut sudah terkontaminasi lalu dikonsumsi oleh manusia, maka akan terjadi beberapa gangguan kesehatan. Bahkan ada yang menyebabkan kematian.

Ini adalah Information Board tentang Red Tide di Florida
Aparat Pemerintah memang sebaiknya menambah pengetahuan tentang fenomena ini lalu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, agar masyarakat semakin sadar tentang sebab musabab terjadinya 'laut merah' dan antisipasi bahaya dari kondisi ini. Pengetahuan masyarakat nelayan kita yang sangat minim tentang mikroba laut membuat mereka selalu menduga-duga, dan mengaitkannya dengan hal-hal mistis padahal itu adalah fenomena sciences.

Artikel ini sekedar menambah informasi anda tentang "mengapa laut bisa memerah" karena red tide. Memang tidak ilmiah, karena ditulis berdasarkan paparan singkat. Bagi anda yang ingin mengetahuinya lebih detail, anda bisa mencari referensi yang lebih terinci yang disampaikan oleh para ahli dibidang ini. [ep]

Berita Terkait : Warna Air Laut Maluku Berubah Merah, Apa Sebabnya ?

[Dari berbagai sumber]


0 komentar:

Post a Comment