Tuesday, May 7, 2013

Ngurbloat, Pantai Pasir Panjang Tual di Maluku Tenggara

Anda ingin merasakan lembutnya pasir pantai, atau tidur diatas pasir bak mutiara?. Silahkan kunjungi daerah Tual di Maluku Tenggara. Disana terdapat pantai berpasir yang indah sekali. Butiran-butiran pasirnya bak mutiara, lembut dan mempesona. Pantas jika para wisatawan mengatakan bahwa pasir pantai disini adalah yang terbaik di dunia..

Masyarakat Tual menyebut pantai ini sebagai Ngurbloat, atau Pantai Pasir Panjang - salah satu obyek wisata favorit di Maluku Tenggara. Pantai ini terletak di Ohoi Ngilngof, Kecamatan Kei Kecil, sekitar 20 km dari Langgur, ibu kota kabupaten.

Tidak terdapat gunung api di pulau ini, dan menurut penduduk setempat, peristiwa gempa relatif jarang terjadi jika dibandingkan dengan di Kepulauan Aru. Sehingga bisa dikatakan bahwa pantai ini bebas dari tsunami meskipun pulau ini terdapat pada zona lempeng Eurasia dan Indo-Australia.


Pantainya sepanjang 3 km memiliki butiran pasir yang sangat halus, bahkan hampir selembut tepung. Pijakan tanpa tenaga, cetakan kaki langsung terbentuk indah di pasir ini. Butiran pasir pun tak terasa menggelitiki tapak kaki walaupun kita berjalan tanpa alas. Banyak orang yang berkunjung kesini dan pulang mengantongi pasir dari Pantai Pasir Panjang.

Dalam kondisi mendung pun, pasir pantai tetap terlihat berkilau dan cukup menyilaukan mata. Pada saat kondisi panas terik, pasir pantai ini tidak ikut menjadi panas seperti pasir-pasir pantai pada umumnya. Kelembutan pasir yang ada di Pantai Ngurbloat diyakini masyarakat hanya dapat ditandingi oleh kelembutan tepung. Kondisi itulah yang membedakan Ngurbloat dengan pantai lainnya.

Masyarakat suku Kei sangat memelihara alam tempat mereka tinggal sehingga pantai disini terlihat bersih. Tidak ada pihak yang mengambil keuntungan secara sepihak atas hasil alam yang mereka miliki. Semua desa sepakat untuk tidak mengijinkan penggalian pasir demi kepentingan apapun. Lebih baik mereka membeli pasir dari daerah lain dengan harga lebih mahal daripada merusak lingkungan yang mereka diami.

Ada hukum adat yang mengatur hal ini. Penduduk setempat menyebutnya dengan Sashi. Jika suatu lokasi di laut diberi tanda sashi, artinya dalam waktu tertentu, tidak ada seorangpun yang boleh mengeksploitasi isi laut di situ. Setelah masa sashi selesai, barulah secara bergotong-royong mereka boleh memanen hasil laut tersebut. Suatu kesadaran pengaturan eksploitasi alam yang patut dicontoh oleh masyarakat lain di Indonesia.

Air lautnya jernih. Di kawasan ini orang bisa berenang. Lokasinya cukup aman dan luas karena Pantainya yang landai. Pulau–pulau kecil yang terletak berhadapan dengan pantai itu membuat ombak laut di pantai tersebut tidak terlalu besar dan arusnya pun tidak terlalu kuat. Bagi yang hobi berolahraga, Ngurbloat cocok untuk tempat bermain voli pantai, sepak bola, atau lari pagi.

Pantai Pasir Panjang dapat Anda capai dengan menggunakan mobil sewaan ataupun angkutan umum yang berpangkalan di Pasar Ohoijang, Langgur. Perjalanan dari Tual ke Pantai Ngurbloat ditempuh sekitar satu jam. Di dalam perjalanan Anda akan menyaksikan sejumlah perkampungan kecil yang letaknya terpencar–pencar di antara hamparan padang belukar. Tanah di Pulau Kei Kecil yang berupa batu karang menyebabkan hanya tanaman jenis tertentu yang dapat tumbuh di sana. Jarang sekali ditemukan pohon–pohon besar dan rimbun.

Untuk mencapai Maluku Tenggara, wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang ataupun kapal laut dari Ambon. Perjalanan dari Bandar Udara Pattimura, Ambon, menuju Bandar Udara Dumatubun di Langgur ditempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat berbadan kecil. Hampir setiap hari terdapat penerbangan dari Ambon menuju Langgur dengan maskapai yang berbeda-beda.

Jika Anda ingin menggunakan angkutan laut, perjalanan dapat dilakukan dari Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon menuju Pelabuhan Tual. Perjalanan ini berlangsung sekitar 18 jam dengan menggunakan kapal penumpang milik PT. Pelni. Waktu tempuh tersebut sudah termasuk singgah sekitar dua jam di Pelabuhan Banda Naira. Hanya saja perjalanan laut cuma satu kali dalam satu minggu.


Anda ingin bermalam di Pantai Pasir Panjang?. Anda tidak usah khawatir. Banyak penginapan disini. Di sekitar pantai terdapat beberapa penginapan yang bisa Anda sewa. Mulai dari kelas wisma sampai resort. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp. 100.000,- sampai Rp. 350.000,- per malam. Penginapan–penginapan tersebut umumnya berupa rumah panggung ala tropis yang terbuat dari kayu.

Objek Wisata Lainnya

Di dekat Pantai Pasir Panjang ada Pantai Ngursarnadan yang tak kalah indahnya. Selain berenang dan mandi matahari, wisatawan bisa snorkeling menikmati karang-karangnya. Selain itu ada lagi Pantai Ohoi Dertawun, Pantai Nam Indah, Pantai Daftel, dan Mata Air Evu. Menurut cerita Mata Air Evu adalah tempat pemandian bidadari saat matahari terbit, letaknya di dekat pantai namun airnya tawar.

Ada juga Pantai Difur dan Goa Hawang. Di goa ini ada kolam dengan air yang bening. Banyak orang yang mandi di kolam dalam goa untuk membersihkan kulitnya agar terlihat lebih putih bersih. Konon, menurut legenda lokal, batu-batu besar yang ada dalam goa adalah penjelmaan laki-laki yang memegang tombak dan dua anjingnya. Laki-laki itu berubah jadi batu setelah menyumpahi air di dalam goa yang rasanya pahit saat diminum. Sampai akhirnya air itu menjadi tawar.

Keindahan pantai-pantai di Indonesia Timur semakin dilirik wisatawan. Khususnya di Maluku Tenggara. Sayangnya aset pariwisata ini belum tergarap dengan baik padahal pariwisata bahari berupa pemandangan pantai dan vegetasi pulau yang dikelilingi pasir, serta alam bawah lautnya, adalah daya tarik yang layak ditawarkan kepada wisatawan domestik dan manca negara sebagai sumber pendapatan daerah. Selayaknya pemerintah daerah menaruh perhatian serius mengembangkan potensi alam ini sebelum akhirnya wisatawan merasa kecewa karena kurangnya sarana dan prasarana; khususnya saat ingin mengunjungi pulau-pulau kecil lain yang tak kalah indahnya di sekitar Tual.

Oleh-oleh dari Tual

Keberadaan budidaya mutiara dapat dijadikan kekuatan pengembangan industri pariwisata di Maluku Tenggara dan Tual. Kerajinan perhiasan mutiara adalah salah satu oleh-oleh yang bisa menjadi kenang-kenangan wisatawan yang pernah ke Tual dan Langgur. Bukan hanya mutiara, daerah ini juga menawarkan makanan khas yang dapat dibawa pulang. Di antaranya kacang botol, yakni kacang tanah yang dibumbui rempah lalu digoreng dengan pasir.

Anda juga boleh mencoba embal, makanan olahan dari ubi yang telah dibuat tepung lebih dulu. Varian embal pun beragam. Ada yang direbus kemudian dipadatkan sehingga menyerupai gaplek (makanan khas di Jawa). Biasanya dijual oleh ibu-ibu di lapak-lapak sederhana dengan penerangan pelita. Ada juga embal goreng, embal lempeng kacang, embal lempeng keju, dan lut-luthak (embal yang diolah dengan kacang atau kenari). "Semuanya enak. Kalau makan dicampur susu, atau dicelup ke air teh atau kopi". [ed]
  • Dari berbagai sumber

6 komentar: