Wednesday, May 8, 2013

Menyaksikan Kemeriahan Festival Teluk Jailolo Halmahera 16 - 18 Mei 2013

Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Barat akan menyelenggarakan “Festival Teluk Jalilolo 2013”, festival tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata, kekayaan alam, budaya dan bisnis di wilayah Jailolo, Halmahera Barat yang akan diadakan pada 16-18 Mei 2013 mendatang.

Festival Teluk Jailolo tahun 2013 ini merupakan tahun kelima sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 dan setiap tahunnya selalu berhasil menarik perhatian tidak saja wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara.

Bagi pecinta wisata alam, inilah pesta rakyat yang ditunggu-tunggu. Pesta laut ini menawarkan berbagai acara menarik seperti spice parade, spice expo, menyusuri perkebunan rempah-rempah di acara spice trip, lomba memancing, lomba renang, lomba mendayung, fun diving dimana anda akan diajak menanam karang laut, ritual laut Sigofi Ngolo, juga cultural party di pinggir pantai untuk menikmati pesta makanan adat bersama masyarakat lokal dengan membakar ikan sebanyak 10 ton. Bagi penggemar adat istiadat, akan ada pertunjukan tarian tradisional, acara makan makanan tradisional bersama, upacara adat khas Jailolo, serta parade gerobak sapi.

Sebagai puncak acara, pertunjukan musikal drama dan tari yang mengambil tempat di sebuah panggung di atas laut juga dihadirkan dengan judul “Sasadu on The Sea”, sebuah karya yang ditulis oleh Eko Supriyanto, Oleg Sanchabakhtiar dan Dimas Leimena. Selain keterlibatan seniman dan budayawan Indonesia, Festival Teluk Jailolo 2013 nanti juga akan dimeriahkan oleh NOAH, sebagai salah satu grup band papan atas yang mendukung pariwisata Indonesia.



Selain itu festival tahunan yang bertemakan “The Treasure of Golden Spice Islands” ini ditargetkan untuk memecahkan dua rekor MURI yaitu Panggung Festival Pertama di Atas Laut dan Pengiriman Postcard Terbanyak dengan desain objek wisata Kabupaten Halmahera Barat sebanyak 5000 lembar yang disebar ke seluruh penjuru tanah air, presiden, kementrian, komunitas budaya dan pariwisata, komunitas diving, dan seluruh kantor perwakilan negara-negara yang ada di Jakarta.

Dengan rangkaian kegiatan seperti workshop tarian, workshop artistik, penempatan masyarakat Halmahera Barat sebagai pelaku utama Festival Teluk Jailolo serta pengajaran character culture building diharapkan mampu merestorasi kepedulian dan rasa memiliki warga terhadap kebudayaan setempat yang dipercaya akan membuka kesempatan untuk usaha industri kreatif. Festival Teluk Jailolo merupakan festival kebudayaan tahunan yang tidak hanya mempertunjukkan kebudayaan khas setempat namun juga bentuk lain dari pemberdayaan masyarakat setempat.

Mengenal Halmahera

Pulau Halmahera disebut juga Gilolo atau Jailolo, adalah pulau terbesar di Maluku. Pulau ini berbentuk huruf  K hampir seperti miniatur Sulawesi. Pantainya bersih berpasir putih, dengan hutan yang masih alami dan Gunung Mamuya yang megah di kejauhan. Pulau ini memiliki pemandangan yang menakjubkan dengan kekayaan biota lautnya yang memukau. Airnya yang jernih menjadi daya pikat tersendiri bagi pecinta diving atau snorkling.

Halmahera dibagi menjadi 5 kabupaten: Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Halmahera Tengah. Daratannya mencakup area lebih dari 17.000 km2, dan masih jarang penduduknya.

Dahulu kala pulau ini merupakan pusat dari suatu wilayah lebih besar, yang disebut Moro, meliputi pulau dan garis pantai Halmahera, dan yang paling dekat dengan Morotai di bagian utara.

Pada abad ke-15 dan ke-16 sebagian besar wilayah Halmahera berada di bawah kekuasaan kesultanan Ternate. Pada masa itu pulau ini merupakan tempat misi Jesuit Portugis yang dipimpin oleh St Francis Xavier (dikenal di sini sebagai St Franciscus Xaverius). Wilayah-wilayah Muslim Ternate dan Halmahera menolak hadirnya kristen, dan berhasil mengusir para misionaris tersebut dari pulau ini pada tahun 1571. Namun pengaruhnya masih terlihat sampai sekarang, dimana setengah populasinya adalah Muslim dan separuhnya Kristen. Pada abad ketujuh belas, Ternate berkuasa atas Morotai dan berulang kali memaksa sebagian besar penduduknya untuk bermigrasi dari pulau tersebut.

Halmahera memiliki sumber daya alam yang melimpah. Di sisi lain, kekayaan aset wisata alamnya merupakan salah satu terindah di wilayah ini. Sebut saja pantai, gunung, dan situs-situs sejarah kerajaan tempo dulu. Semua masih dapat disaksikan. Inilah yang menjadi sumber inspirasi terciptanya acara tahunan Festival Teluk Jailolo. Luangkan waktu Anda, mari saksikan pesta rakyat ini... [ed]

Sumber:
- Kompas
- Festival Teluk Jailolo
- Sumber lain

0 komentar:

Post a Comment