Monday, April 23, 2012

Mendeteksi Dini Balita Buta Warna

Jangan dianggap sepele!. Bahwa buta warna sesuatu yang sangat penting untuk dideteksi sedini mungkin. Untuk itu Anda harus pula mengetahui apakah balita Anda mengidap buta warna. Pertanyaannya, bagaimana Anda mengetahui bahwa anak Anda mengidap buta warna, dan apa ciri-cirinya?.

Kesehatan bayi merupakan hal yang terpenting bagi perkembangannya kelak. Pada umumnya jika kesehatan bayi berjalan normal, maka pada usia 4 tahun anak bayi sudah dapat membedakan beragam warna dengan bahasa verbal, setidaknya warna-warna primer (merah, hijau, biru dan kuning). Dengan demikian jika bayi mengalami buta warna maka orang tua sudah dapat mendeteksinya sejak saat itu. Hanya perlu dipahami bahwa buta warna memiliki 2 jenis; yaitu buta warna total dan buta warna pasial.

Bagi Anda para ibu yang ingin mengetahui ciri-ciri bayi buta warna, beberapa metode sederhana berikut dapat membantu:
  • Bayi pada usia 4 tahun tidak dapat menyebutkan warna yang dilihatnya. Untuk itu buatlah gambar untuk mewarnai sebuah objek. Misalnya, buatkan gambar daun lalu minta kepada anak agar mewarnainya dengan crayon warna hijau. Jika anak dapat mengambil crayon dengan warna tersebut maka dapat dipastikan bahwa anak Anda tidak mengalami buta warna hijau. Tetapi bila si anak selalu mengambil warna merah untuk mewarnai daun yang semestinya berwarna hijau, maka bisa jadi buah hati Anda mengalami buta warna; karena melihat semua objek berwarna hijau menjadi merah.
  • Buatlah lingkaran-lingkaran bersambung dengan warna-warna lembut, misal merah muda, kuning muda, hijau muda dan putih. Jika anak Anda menyebut semua warna-warna tadi dengan putih maka kemungkinan besar ia buta warna.
  • Gantilah lingkaran tadi dengan warna-warna cerah (terang) dan berselang-seling dengan warna lembut, misalnya hitam, kuning, merah, merah muda, biru, dan hijau muda. Minta kepada anak Anda menyebutkan warna-warna yang terdapat di dalam lingkaran itu. Jika anak hanya dapat menyebutkan semua warna dengan hitam dan putih saja maka ia mengalami buta warna, yang hanya dapat melihat semua objek dengan warna hitam dan putih. Dalam kondisi ini anak mengalami buta warna total.
  • Belum cukup sampai disitu!. Sekarang pada selembar kertas putih buatlah titik-titik bersambung yang membentuk satu pola bergambar dengan warna lembut. Kemudian mintalah kepada anak untuk meneruskan gambar dengan menghubungkan titik-titik tadi menggunakan pensil, jika anak Anda tidak dapat melihat pola gambar tersebut, maka kemungkinan anak Anda mengalami buta warna.
 

Mendeteksi secara dini anak balita Anda yang mengalami buta warna adalah sesuatu yang sangat penting sebelum ia menemukan kekurangan di usia sekolahnya. Pada anak usia sekolah, keadaan buta warna dapat menyebabkan frustrasi karena selalu salah dalam menjawab pertanyaan tentang warna-warna, dan mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan warna, seperti melukis, membuat pola, dan memasak. 

Anda tidak perlu gusar!. Berbagai pelatihan untuk mengatasi masalah ini sudah ditemukan oleh para ahli. Salah satunya adalah dengan menambahkan label atau tulisan judul warna pada warna-warna tertentu yang tidak terlihat oleh anak. ~Dari berbagai sumber.   

1 komentar: