Tuesday, July 14, 2015

Belajar Kebaikan Hati Dari Zhang Junhao dan Qu Junxi

Benarlah! Bahwa kita pun dapat belajar dari sikap dan budi pekerti anak kecil. Bahkan balita. Mereka masih murni. Hatinya, akalnya. Ketulusan ada pada mereka. Persaingan bagi mereka adalah harus menyenangkan. Sama-sama senang. Sama-sama menang. Jangan ada yang sedih. Kebersamaan itu adalah berpelukan. Hangat...

Begitulah yang dialami Zhang Junhao, seorang bocah kecil berusia 3 tahun. Mengikuti sebuah program pencarian bakat di Tiongkok. Ia harus bersaing dengan Qu Junxi untuk memperebutkan kemenangan. Keduanya tampil menggemaskan sehingga membuat para juri kesulitan untuk memilih; siapa yg harus menang. Siapa yang harus dieliminasi ?.

Ketika juri menanyakan kepada mereka siapa yang harus dimenangkan, salah satu dari mereka berkata: "Menangkan adik saja. Adik lebih baik!." Merasa si adik ingin dimenangkan oleh juri, si adik yang merasa lebih muda pun berkata: "Wahai Juri, pilihlah kakak. Aku masih punya waktu untuk belajar."

Mereka berdua pun berpelukan....

Semua juri dan pemirsa dalam ajang itu merasa terharu. Bahkan ada yang menangis. Mereka berdua memang menakjubkan dalam acara itu. Tapi juri harus memilih salah satu dari mereka. Juri dilema..

Tapi lepas dari itu semua, yang paling berharga dari momen ini adalah menyaksikan dua orang balita yang berjiwa murni. Jiwa besar. Saling kasih sayang. Mereka sudah memiliki jiwa win-win!. Kalah demi kakak asal adik bahagia, atau sebaliknya, menurut mereka adalah kemenangan.

Itulah "pembelajaran" dari dua orang anak kecil. Anak kecil yang belum tercemar dengan ego "kemenangan" dalam berkompetisi. Bagi mereka kebaikan hati adalah lebih penting dari sebuah kemenangan.

Mengharukan...

Anda penasaran, silahkan saksikan cuplikannya...


3 komentar:

  1. I am extremely impressed along with your writing abilities, Thanks for this great share.

    ReplyDelete
  2. I am extremely impressed along with your writing abilities, Thanks for this great share.

    ReplyDelete