Air Terjun Lembah Anai, Sumatera Barat

Sekitar satu jam perjalanan dari Padang anda akan sampai di Lembah Anai. Salah satu dari pesona alami yang terkenal dan menjadi maskot pariwisata di Sumatera Barat adalah Air Terjun Lembah Anai.

Golden Sunrise di Puncak Dieng

Sunrise atau matahari terbit punya pesona tersendiri. Tapi pernahkah Anda menikmati sunrise di Puncak Dieng. Pesonanya akan lain dibanding tempat-tempat lain yang pernah Anda kunjungi.

Pesona Telaga Warna

Saat Anda berwisata ke Jawa Tengah, jangan lupa sempatkan mengunjungi Telaga Warna. Hanya sekitar 1 jam dari kota Wonosobo Anda akan sampai di lokasi ini.

Stadion Sepak Bola Unik

Gilanya masyarakat Norwegia dengan sepakbola menginspirasi pemerintah setempat membangun stadion di tengah laut.

Pantai Balekambang di Malang Selatan

Balekambang adalah kawasan pantai di selatan Malang. Letaknya sekitar 56 km dari kota Malang atau dengan durasi tempuh sekitar 2,5 jam. Baca selanjutnya...

Kingdom Tower Jeddah, Tertinggi di Dunia

Salah satu supremasi Asia, Kingdom Tower Jeddah yang sebelumnya dikenal sebagai Menara Mile-High menjadi menara super tinggi dunia dengan ketinggian mencapai 1.000 meter ( 1 Km) dari rencana semula 1,6 km (1 Mil).

Foreplay Technique and Tips

Berbeda dengan pria, pada wanita efek foreplay adalah sampai ia benar-benar 'basah'. Pada beberapa wanita tidak mudah mendapatkan 'basah' (wet).

18 Ucapan Sakti Menghadapi Pria

Keinginan pria dan wanita adalah sama. Artikel ini menyajikan teknik relation yang dapat digunakan wanita menghadapi pria.

Indahnya Pantai Carocok Painan, Sumatera Barat

Sekitar 77 km dari kota Padang ke arah Selatan, temukan keindahan Pantai Carocok di kota Painan. Pasir pantainya yang putih tak kalah dengan Lombok.

Kamis, 18 April 2013

Purwaceng: Viagra dari Dieng

Saat Anda berwisata ke dataran tinggi Dieng, tidak lengkap rasanya kalau Anda belum menikmati seduhan Purwaceng. Apakah Purwaceng?. Benarkah menyehatkan dan mampu menambah vitalitas pria?.

Purwaceng (Pimpinella Pruatjan) adalah tumbuhan herbal dari genus Apiaceae. Terkenal karena khasiatnya yang dapat meningkatkan stamina bagi si peminum. Biasanya diolah dalam bentuk bubuk purwaceng, kopi purwaceng dan susu purwaceng.

Tanaman yang dikenal dengan viagra tradisional ini memang tersohor karena khasiatnya yang bikin stamina lebih greng. Purwaceng adalah tanaman legendaris yang dijadikan obat kuat oleh para raja atau kalangan istana di daerah Jawa sejak kerajaan Hindu.  

Di Indonesia tumbuhan atau tanaman obat yang memiliki khasiat penambah stamina ini umumnya dikonsumsi atas dasar mitos, kepercayaan dan pengalaman. Namun dari khasiatnya, tanaman Purwaceng ini bukan sekedar mitos belaka karena studi sudah membuktikannya. Purwaceng banyak ditemukan di pegunungan seperti di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Banyak tumbu di sekitar Gunung Perahu dan Pakujiwo di daerah Wonosobo. Hidup subur di ketinggian 2.000 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut. Meskipun dapat tumbuh di tempat lain, tapi khasiatnya sangat jauh berbeda.  

Di pegunungan Lyang Jawa Timur tumbuhan ini dikenal dengan nama lain Suripandak Abang, atau Gebangan Depok di pegunungan Tengger. Penampakan fisik Purwaceng adalah semak kecil merambat di atas permukaan tanah seperti tumbuhan pegagan dan semanggi gunung. Daunnya kecil-kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1-3 cm. 

Dari berbagai penelitian yang dilakukan beberapa perguruan tinggi dalam negeri diketahui bahwa ada efek nyata antara tanaman purwaceng terhadap peningkatan kemampuan seksual. Oleh karena itu, Purwaceng sering disebut sebagai viagra tradisional atau viagra Indonesia. 

Seperti dikutip dari hasil studi peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2007, seluruh bagian tanaman purwaceng dapat digunakan sebagai obat tradisional, namun bagian yang paling berkhasiat adalah akarnya. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan juga membenarkan bahwa akarnya mempunyai sifat diuretika dan digunakan sebagai aprosidiak, yaitu khasiat obat yang dapat meningkatkan atau menambah stamina. 

Umumnya tumbuhan atau tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah. Bahan aktif purwaceng paling banyak terdapat pada bagian akarnya yang menyerupai wortel dan berwarna putih. Panjangnya sekitar 10 cm. Akar purwaceng mengandung turunan senyawa kumarin yang sering digunakan dalam industri obat modern untuk anti bakteri, anti fungi dan anti kanker. Sebuah penelitian yang dikutip dari buku "Mitos Seputar Masalah Seksual dan Kesehatan Reproduksi" menyebutkan, untuk meningkatkan gairah seks, meningkatkan hormon testosteron dan meningkatkan jumlah spermatozoid Purwaceng harus diminum teratur selama 7-15 hari.

Walaupun banyak dikonsumsi kaum pria, tetapi wanita dan anak-anak pun aman mengkonsumsi tanaman ini. Purwaceng juga berkhasiat menghangatkan tubuh, saraf dan otot, menghilangkan masuk angin dan pegal linu, melancarkan buang air kecil, obat analgetika (menghilangkan rasa sakit), menurunkan panas, obat cacing, antibakteri serta anti kanker. Purwaceng yang asli memiliki rasa khas, yaitu pedas yang dihasilkan oleh akar dan bijinya. Namun, purwaceng bubuk rasa kopi tak boleh diminum perempuan hamil dan penderita hipertensi serta penyakit jantung.


Purwaceng sebenarnya tergolong tanaman langka, namun kini dapat diselamatkan dengan budi daya menggunakan metode kultur in vitro. Mulai dari home industry dan pabrikan pun sudah mulai memproduksi  tanaman ini dengan berbagai macam sajian dalam kemasan. Karena langka dan sulitnya menanam purwaceng, maka saat ini harga sebungkus sudah cukup mahal. Bahkan bijinya bisa mencapai harga Rp. 100 ribu per sendok makan. Biji ini biasanya dipesan oleh pembeli untuk disemai atau untuk dibudidayakan.

Cara mengonsumsinya pun cukup mudah. Berikut caranya: 

  1. Rebus purwaceng bersama tiga gelas air. Boleh tambahkan tiga butir cengkih, gula, dan garam secukupnya. Tunggu sampai air menyusut menjadi satu gelas. Minum airnya selagi masih hangat. Purwaceng yang sudah digunakan ini bisa dipakai dua kali rebusan lagi. 
  2. Bila mengonsumsi purwaceng bubuk, campur dengan segelas air panas (bukan air hangat, agar akar tanaman ini matang dan khasiatnya lebih terasa). Tambahkan gula secukupnya. Bila suka, bisa menambahkan telur ayam atau bebek, dan sedikit madu. 
  3. Tunggu sebentar hingga mengendap, lalu habiskan dengan ampasnya sekaligus saat masih hangat. Umumnya purwaceng bubuk dalam kemasan sudah siap diminum, karena sudah ditambahi gula, jahe (untuk menghilangkan bau yang tidak sedap), dan rasa, antara lain kopi atau susu. 
Anda ingin mencobanya?. [ed]

::Dari Wikipedia bahasa Indonesia dan berbagai sumber lain.

Rabu, 17 April 2013

Wisata Dataran Tinggi Dieng

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah. Masuk kedalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.

Golden Sunrise

Suasana Golden Sunrise Dieng dari Bukit Paku Waja (foto by Eddy Pasaribu)
Salah satu kunjungan wisata ke Dieng adalah menyaksikan GOLDEN SUNRISE (matahari terbit dengan spektrum warna yang menakjubkan). Golden Sunrise DIENG sebuah cahaya keemasan yang sangat memukau saat matahari terbit. Fenomena alam ini memancarkan sinar yang spektakuler, dan jarang sekali dijumpai di tempat lain. Soal sunrise Dataran Tinggi Dieng memang jawaranya. Wisatawan dapat menikmatinya melalui Bukit Sikunir atau Bukit Paku Waja.

Untuk menyaksikan golden sunrise Dieng, wisatawan harus berada di lokasi sebelum matahari terbit, antara jam 04.00 atau 05.00 pagi. Karena udaranya yang sangat dingin - bisa mencapai O (nol) derajat, maka disarankan kepada Anda untuk melengkapi pakaian penahan dingin seperti mantel, sarung tangan, dan sepatu gunung. 


Akses menuju ke Dataran Tinggi Dieng lebih mudah jika ditempuh dari Kota Wonosobo, karena jalannya dapat dilalui kendaraan bermotor. Tetapi jika Anda berencana membawa kendaraan pribadi, jangan lupa untuk memastikan bahwa kendaraan Anda dalam keadaan baik. Hal ini disebabkan medan jalan yang akan dilalui cukup berliku dan menanjak. Tak jarang di tepi kanan atau kiri jalan bersebelahan dengan jurang yang dalam. Namun bila ingin naik kendaraan umum, Anda bisa berangkat dari terminal kota Wonosobo dan menempuh jarak kira-kira 25 km dengan waktu tempuh antara 45 menit sampai sekitar 1 jam.

Banyak tempat penginapan disini dengan biaya terjangkau, antara Rp.150.000,- sampai Rp.200.000,- per malam. Penginapan itu sejenis homestay yakni berupa penginapan sederhana di sekitar desa Kejajar. Jika tujuan Anda kesini untuk menyaksikan sunrise, maka pemilik penginapan dapat Anda minta untuk membangunkan Anda dipagi hari sekitar jam 04.00. Karena jaraknya yang lumayan jauh berjalan kaki menaiki bukit, maka saran terbaik untuk bangun dari tidur Anda adalah pada jam tersebut.

Candi Arjuna

Setelah menyaksikan golden sunrise, Anda dapat melanjutkan kunjungan ke kawasan Candi Arjuna, yakni sebuah kompleks candi Hindu peninggalan abad ke-7-8 yang dibangun pada tahun 809. Merupakan salah satu dari delapan candi yang ada di Dieng. Ketujuh candi lainnya adalah Semar, Gatotkaca, Puntadewa, Srikandi, Sembadra, Bima dan Dwarawati.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, pada abad ke-7 Masehi ada seorang putri bernama Dewi Sima. Ia adalah keturunan Dinasti Sanjaya yang memerintah Kerajaan Kalingga, dengan gelar Ratu Sima. Kerajaan ini dikenal sebagai kerajaan yang bernafaskan Hindu.

Pada masa pemerintahannya, Ratu Sima mendirikan candi-candi yang ada di tempat ini sebagai bentuk pemujaan. Ratu Sima tidak hanya mendirikan satu kompleks Candi. Tetapi ia juga mendirikan beberapa candi lain, di antaranya Candi Gatotkaca yang terletak di bukit Pangonan, Candi Dwarawati yang berada di kaki Gunung Prahu, dan Candi Bima yang merupakan candi terbesar di kawasan wisata Dieng Plateu.

Mata Air Tuk Bimalukar

Di kawasan wisata ini juga terdapat sebuah mata air yang terkenal sebagai sumber mata air Sungai Serayu. Mata air itu bernama Tuk Bimalukar. “Tuk” berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang artinya mata air. Sedangkan “bimalukar” diambil dari mitos yang beredar di daerah ini. Para penduduk yakin bahwa mata air ini berasal dari air kencing Bhima Sena (tokoh pandawa dalam pewayangan) yang sedang berlomba dengan para Kurawa untuk membuat sungai. Pada saat ia membuka pakaiannya, Bhima Sena melihat perempuan cantik yang mengganggunya dan ia berkata “sira ayu” (dalam bahasa indonesia mempunyai arti “kamu cantik”). Setelah itu, air kencing Bhima Sena menjadi sebuah mata air dan menjadi sumber dari Sungai Serayu (nama Serayu berasal dari kata “sira ayu” yang diucapkannya). Menurut kepercayaan penduduk, air yang berasal dari Tuk Bimalukar bisa menyebabkan awet muda.

Telaga Warna

Setelah puas menikmati hijaunya lingkungan Candi Arjuna dan Mata Air Bima, sempatkan juga Anda mengunjungi Telaga Warna. Ini adalah wisata danau di dataran tinggi Dieng yang tidak kalah menariknya dengan “Lake Blue” yang terdapat di Australia, danau Mazama yang terletak di Amerika, Quilotoa di Ekuador, ataupun danau di Mount Kamai di Alaska. [ed]

    

Telaga Warna Dieng

LEMBAYUNG senja mulai beradu dengan cahaya rembulan hingga memantulkan semburat jingga, hijau, dan biru pada muka air Telaga Warna, sebuah danau sunyi di sudut Dataran Tinggi Dieng. Kicau burung liar yang terbang di sela-sela rimbun hutan di sekelilingnya seolah melayangkan imaji akan harmoni damai alam nirwana di sana. Begitulah kondisi Telaga Warna saat kami - rombongan rekan sekelas ex SMA berwisata ke daerah ini.

Meskipun hampir 35 tahun selepas SMA, tapi komunikasi diantara kami selalu terjaga. Semua 'anggota' memang tidak lagi seenerjik dulu karena sudah berumur. Bahkan diantaranya pun ada yang sudah bercucu. Tapi kebersamaan dari dulu sangat mengikat. Apalagi sejak SMA dulu selalu bersama dan senang dengan alam. Itulah yang menyebabkan kami secara rutin membuat liburan bersama - liburan tahunan!. Dan pada 29 September 2012 mengunjungi Telaga Warna di dataran tinggi Dieng, di Jawa Tengah.

Dataran tinggi Dieng memiliki sejuta keindahan yang memukau. Mungkin Anda belum tahu, bahwa daerah inilah salah satu penghasil kentang terbaik di dunia. Nikmatnya menyantap kentang goreng panas di suhu hampir nol derajat adalah sesuatu yang tak terlupakan. Disini pula, berlokasi di Kecamatan Kejajar Wonosobo terdapat Telaga Warna. Ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Dieng. Letaknya di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

Untuk mencapai desa Kejajar dari kota Wonosobo Anda dapat berkendara sekira 25 km. Jalannya yang menanjak dan berkelok-kelok menambah nikmatnya perjalanan kesini. Hijau, asri dan udaranya dingin!. Menjelang siang kami sampai di Telaga Warna.

Pintu Gerbang Memasuki Kawasan Telaga Warna
Jelitanya Telaga Warna memang sangat memukau. Sebuah danau di dataran setinggi 2.093 meter dari permukaan laut ini telah lama mengundang penasaran turis lokal hingga mancanegara. Anda dijamin tak akan menyesal mengunjunginya. Indah sekali!.

Seperti namanya, keunikan telaga ini adalah dapat memantulkan warna air secara bergantian. Terkadang menjadi berwarna hijau dan kuning, biru dan kuning, atau berwarna-warni mirip pelangi. Variasi warna ini dipengaruhi cuaca, waktu, dan tempat melihatnya.

Beragam pandangan coba menguak misteri di balik perubahan warna telaga. Satu legenda yang berkembang di warga Dieng, pada suatu ketika ada cincin milik bangsawan setempat yang bertuah tetapi terjatuh ke dasar telaga. Cahaya dari cincin ini yang konon memendar dari dasar telaga. Wallahu'alam!.

Adapun dari kajian ilmiah, jutaan tahun lalu Telaga Warna merupakan kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Kandungan sulfur yang tinggi dan ganggang merah di dasar telaga menyebabkan pembiasan warna-warna indah kala air telaga terkena sinar matahari.

Ditambah harmonisasi alam dengan udara yang sejuk dan bersih membuat suasana Telaga Warna Dieng begitu memikat. Anda juga akan merasakan suasana mistis yang hening disempurnakan oleh kabut putih dan pepohonan yang melingkupinya. Banyak wisatawan berkata; "Tidaklah lengkap berkunjung ke Dieng tanpa melihat langsung keindahan Telaga Warna". Selain Telaga Warna , yang tidak kalah indahnya adalah beberapa spot lain seperti Telaga Pengilon, Goa Sumur, Goa Semar, Goa Jaran, dan Kawah Sikendang.

Telaga Pengilon adalah sebuah telaga berair jernih bak kaca mengkilap. Mitos yang berkembang di tengah masyarakat mengatakan, bahwa Telaga Pengilon dapat dijadikan cermin jiwa seseorang. Apabila sesorang bercermin di air telaga dan melihat wajahnya menjadi cantik, maka itu adalah cermin jiwanya - bahwa dia adalah berbudi baik. Begitu pula sebaliknya, secantik atau setampan apapun sesorang apabila bercermin di air telaga dan melihat wajahnya menjadi buruk, maka begitu buruklah budinya. Ini hanya mitos; Anda bebas untuk percaya atau tidak.

Penulis dan istri di mulut Goa Pengantin
Sementara di sisi lain area Telaga Warna terdapat goa. Pada dahulu kala dijadikan tempat bertapa. Seperti Goa Jaran, salah satu goa yang disakralkan untuk bersemedi bagi kaum pria dan wanita yang sulit mendapatkan keturunan. Dengan bersemedi disini niscaya akan memperoleh keturunan. Selain itu ada Goa Pengantin yang apabila Anda sepasang kekasih atau suami istri bersemedi disini maka akan dipanjangkan jodohnya.

Tidak mudah menceritakan semua keadaan mistis di Telaga Warna tanpa Anda mengunjunginya. Maka, luangkan waktu Anda untuk berwisata kesini. Bagi Anda yang berada di berbagai daerah, maka kota Yogyakarta atau Semarang dapat Anda jadikan sebagai kota transit sebelum akhirnya Anda menuju kota Wonosobo. [ed]

Senin, 15 April 2013

Ternyata Daging Kambing Bisa Turunkan Kolesterol

Heran kan? Ternyata daging kambing bisa menurunkan kolesterol dan tidak menimbulkan efek darah tinggi. Padahal daging kambing kan sangat cepat menaikkan darah dan LDL anda apabila dikonsumsi. Semua itu tergantung bagaimana anda mengolah dan menyajikan masakan daging kambing dengan benar. Saya juga baru tahu setelah baca artikel ini. Berikut ini caranya...

Cara masak yg benar :
  1. Cuci bersih daging kambing. 
  2. Rebus lah daging tersebut bersama 2 helai daun salam dan kayu manis secukupnya hingga daging menjadi empuk dan matang. 
  3. Angkat dan dinginkan sekitar 5-10 menit. 
  4. Persiapkan bumbu sesuai dgn keinginan dan selera anda. 
  5. Tumis bumbu sesuai selera, tambahkan bawang secukupnya. 
  6. Masukkan daging kambing ke dalam tumisan bumbu, tambahkan air sedikit2 dan masak sampai makin empuk selama ±3 jam biar bumbu benar-benar meresap. 
  7. Setelah dirasa empuk dan matang, angkat. 
  8. Hidangkan masakan tersebut, dan sajikan dengan ubi yang direbus (bukan kentang goreng). 
  9. Bila anda mau mengkonsumsinya, usahakan yang anda makan hanya ubi rebusnya saja. Daging kambing cukup anda tatap. lalu segera bungkus dan kirim ke rumah teman. Bila perlu yang jaraknya 10 KM dari rumah anda dengan jalan kaki pulang pergi. 
Jika cara ini secara rutin anda lakukan minimal 2x seminggu, saya yakin masakan daging kambing anda mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh anda. Semoga tips di atas berguna dan bisa menghindarkan anda dari penyakit darah tinggi dan kolesterol. Selamat mencoba....oh ya, jangan lupa share tips ini ke teman2 anda yang ingin hidup sehat. LoL!